Kembali
Kalkulator Proteksi
Kalkulator Premi Asuransi Ideal dari Gaji
Berapa porsi aman dari gaji bulanan Anda yang boleh disisihkan untuk membeli proteksi kesehatan & jiwa tanpa merusak cashflow?
REKOMENDASI ALOKASI PREMI ASURANSI
Batas Minimal (5% Gaji)
Alokasi dasar hanya untuk asuransi kesehatan primer.
Alokasi dasar hanya untuk asuransi kesehatan primer.
Rp 500.000
Porsi Ideal (Rekomendasi)
Menjamin perlindungan asuransi kesehatan & jiwa yang seimbang.
Menjamin perlindungan asuransi kesehatan & jiwa yang seimbang.
Rp 1.000.000
Batas Maksimal (15% Gaji)
Porsi aman tertinggi agar alokasi investasi dan konsumsi harian tetap lancar.
Porsi aman tertinggi agar alokasi investasi dan konsumsi harian tetap lancar.
Rp 1.500.000
*Catatan: Rumus ini dirancang agar Anda terhindar dari *over-insured* (membayar premi terlalu mahal yang mengorbankan investasi/tabungan).
Berapa Persen Gaji untuk Premi Asuransi?
Aturan umum dalam perencanaan keuangan menyarankan alokasi premi asuransi berkisar di angka 10% dari pendapatan bulanan. Mengapa angka ini menjadi standar ideal?
- Menjaga Cashflow: Jika premi asuransi melebihi 15% dari pendapatan bulanan, Anda akan kesulitan menyisihkan uang untuk investasi masa depan atau tabungan jangka pendek.
- Kebutuhan Menentukan Porsi: Seseorang yang berstatus lajang dan sehat walafiat cukup mengambil asuransi kesehatan murni (porsi 5-7% gaji sudah cukup). Namun, kepala keluarga dengan beberapa anak dan memiliki kebiasaan merokok membutuhkan alokasi yang mendekati 10-12% karena adanya kebutuhan tambahan asuransi jiwa (UP) serta faktor risiko medis yang menaikkan biaya premi.
- Ingat Hubungan Terbalik: Asuransi memproteksi kekayaan yang sudah Anda bangun. Semakin besar dana darurat dan aset investasi yang Anda kumpulkan, secara teori semakin sedikit perlindungan asuransi komersial ekstra yang Anda butuhkan (karena Anda sudah memiliki kapasitas memproteksi diri sendiri).